Ibu Kota
Selamat pagi ibu kota,
pagi-pagi begini ibu sudah sibuk sekali ya..
(Jakarta, 9 Januari 2009, 06:34)
Poetry | Comment (0)Backpacking ‘Nguriling Kukulintingan’
Hallo warga Jatinangor. Kali ini saya khususkan tulisan ini buat kalian yang sedang rada-rada suntuk berkutat di Jatinangor. Jika kalian mulai penat dengan skripsi atau tugas kuliah yang semakin menumpuk. Saya anjurkan luangkanlah waktu untuk sedikit refreshing. Maka, segeralah ambil beberapa buku, baju, handuk, sikat gigi, dan peralatan mandi (jika diperlukan). Kali ini kita akan menuju Pangandaran: sebuah pantai yang sungguh sangat disayangkan jika terlewatkan.
Maka, naiklah Angkot 04 menuju pintu tol Cileunyi. Turunlah sebelum pintu tol (bayar Rp1.500). Namun, biasanya angkot berhenti di pangkalan bus menuju arah Jakarta. Maka, menyebranglah kalian ke jalan arah bus menuju Tasik, Garut, Ciamis, dsb. Di pinggir jalan itu sebenarnya kalian sudah bisa menunggu bus ke arah Pangandaran, tapi saya anjurkan lebih baik kalian naik lagi angkot warna hijau (arah Cicalengka) menuju pool bus Budiman di Cipacing (bilang saja minta turun di pool bus Budiman, bayar Rp1.500). Di sana, kalian tinggal menunggu bus Budiman yang menuju arah Pangandaran yang datang setiap selang 30 menit.
Maaf saya hanya menganjurkan bus Budiman kerena dua kali saya melakukan perjalanan ke Pangandaran selalu mendapat kenyamanan bus yang memadai: nyaman, aman, dan tertib (bayar Patas AC Rp35.000/ Ekonomi Rp32.000). Pilihlah tempat duduk di pinggir kaca dan nikmatilah pemandangan sepanjang jalan. Sebab, perjalanan Anda akan panjang (5 jam) menuruni Nagrek yang curam, istirahat di Rajapolah, melewati Kab. Ciamis, Banjar, maka sampailah Anda di Pangandaran. Bus akan berhenti tepat di terminal pantai Pangadaran.
Jika masih bertenaga sebenarnya kalian sangat bisa menempuh jalan ke pantai Barat dengan berjalan kaki. Tetapi, meski hanya duduk di bus biasanya melakukan perjalanan panjang itu sedikit melelahkan. Maka, kalian bisa menawar becak menuju pantai Rp5.000. Mintalah diantar ke pantai Barat (terdekat), dengarkanlah deburan ombak yang semakin dasyat, hiruplah udara pantai yang sejuk, rasakanlah sapaan angin pantai dari becak yang berjalan pelan, dan saya ucapkan selamat datang di Pangandaran.
Mata Anda akan disuguhi pemandangan air pantai yang biru, perahu-perahu nelayan, dan hamparan samudra Hindia sejauh mata memandang dari pantai Selatan. Nikmatilah waktu Anda sebaik mungkin: kalian bisa berenang, menikmati pemandangan, menyusuri pantai (nikmatilah waktu sebaik mungkin). Dengarkanlah adzan dan temukanlah mesjid, Anda dapat memanfaatkan fasilitas air bersih secukupnya (membilas air laut yang asin, dsb.) dan sebenarnya Anda masih bisa menikmati pemandangan pantai Timur atau Cagar Alam. Dan saya informasikan bahwa bus terakhir menuju Bandung (dari terminal Pangandaran) adalah jam 9 malam.
Namun saya anjurkan untuk mengejar bus arah Bandung maksimal jam 4 sore. Sebab, dengan 5 jam perjalanan Anda akan sampai di Cileunyi sekitar jam 9 malam (kecuali Anda menginap di Pangandaran).
Jadi, tunggu apa lagi segera ambil tas, buku secukupnya, baju, handuk, dan peralatan mandi (jika diperlukan) lalu biarkanlah tasmu selalu menempel di punggungmu. Let’s go!
Alokasi dana dan waktu perjalanan:Berangkat jam 6 pagi: Angkot Coklat 04 (Rp1.500)
Angkot Hijau Cicalengka (Rp1.500)
Bus Budiman (Rp35.000)
Makan di Rajapolah (Rp8.000)
Sampai di Pangandaran jam 11 siang:
Becak menuju pantai (harga tawar Rp5.000)
Sholat dzuhur (mencari mesjid terdekat)
Kembali ke pantai: berenang
Menyusuri pantai (Barat dan Timur)
Sholat ashar (membilas badan)
Menuju terminal.
Makan soto ayam di depan terminal (Rp10.000 enak sekali)
Berangkat dari Pangandaran jam 4 sore:
Bus Budiman (Rp32.000)
Sampai di Cileunyi jam 9 malam
Tiba di kosan jam 9.15 (selamat mencoba!)
Total biaya: Rp88.000,00 (hanya dengan biaya sedikit Anda sudah akan membawa banyak oleh-oleh foto pemandangan yang menarik dan tentu saja dengan cerita yang menarik kepada teman-teman Anda). [Sarathan, 5-6 Maret 2009]
Travel | Comments (3)