Rammstein
LOS ANGELES - Etateh es atau garam? That’s the question bedeviling scientists in the three weeks since the Phoenix lander began digging into Mars’ north pole region to study whether the arctic could be habitable.
“Kami pikir itu adalah es. Namun, sampai detik benda itu menghilang … kami belum bisa memastikannya.” ujar Ray Arvidson, Peneliti di Washington
University in St. Louis, Senin (16/6).
Materi putih itu terlihat secara tidak sengaja ketika kaki robot menginjak bagian Mars yang agak lunak. Kira-kira, pada kedalaman 3 inci maretial putih itu terlihat oleh kamera robot ekspedisi Mars, Phoenix.
Apabila material itu bukan es, para peneliti mensinyalir material putih itu sebagai garam. Sebab, garam sering terlihat pada daratan yang pernah didiami air.
Diterjemahkan ala kadarnya oleh: Indra | Sumber: AP, Yahoo, Space.
Dominasi
Tetapi pemirsa, coba bayangkan (peureum heula), betapa canggihnya sistem informasi di Amerika sana. Berita ini pertama kali diumumkan kepada publik Senin (16/6). Tetapi, jika Anda mencermati kalimatnya maka sudah 3 minggu lebih dulu para peneliti Amerika mengetahuinya.
Amerika memang hebat, saking hebatnya, seakan dunia dikangkangi oleh Amerika. Seperti yang didendangkan oleh Rammstein dalam klipnya yang berjudul Amerika. Sungguh menggelikan.
We’re all living in Amerika
Amerika ist wunderbar (sungguh mengagumkan)
…
We’re all living in Amerika
Coca-colla sometimes war
(Rammstein - Amerika)
Bunga dan Asep Durjana
Keceriaan Bunga bukan Citra Lestari (8), dan bukan nama sebenarnya, terenggut sudah. Pelajar kelas dua SD Sindangsari, Kecamatan Sukasari ini diperkosa anak SMP yang masih terbilang tetangganya. Korban dipaksa dan diancam akan dipukul sebelum pelaku memaksa mencabuli.
Karena takut atas ancaman pelaku, korban bungkam. Namun, kasus perkosaan itu terungkap karena dari kelamin Bunga terus mengeluarkan darah. Kasus asusila yang melibatkan anak usia sekolah ini dilimpahkan Polsek Tanjungsari ke Polres Sumedang.
"Kami melimpahkan perkara ini ke Polres Sumedang." kata Kapolsek Tanjungsari AKP Angga Siaga, Senin (16/6).
"Polisi baru meminta keterangan dari korban dan orangtuanya," kata Kasatreskrim AKP Indra Cerdik.
Korban dibawa masuk ke ruang pelayanan perempuan dan anak. Kasus ini terjadi Selasa (11/6) di Desa Sindangsari yang berada di kaki Gunung Manglayang, tidak seberapa jauh dari kawasan pendidikan Jatinangor. Jadi, apa sebenarnya fungsi kawasan pendidikan itu? Memberi contoh perilaku buruk?
Aksi cabul dilakukan di dalam kamar pada pukul 15.00. Pelaku, sebut saja Asep Durjana (13), memaksa korban dan langsung mencabulinya. "Pelaku sempat mengancam sehingga korban bungkam dan tak melaporkan peristiwa pencabulan itu ke orangtuanya," kata Kapolsek Rudianto Sirait.
Orangtuanya sempat curiga ketika melihat di celana dalam korban ada bercak darah. Setelah ditelisik, ternyata, korban mengaku ia dicabuli Durjana.
Fiction | Comment (0)Kapan Pulang?
: Icha
Sungguh aku hanya ingin berada di dekatmu. Membicarakan lagi hal-hal yang sepele. Sungguh hanya ingin duduk di dekatmu lagi. Berdampingan, agar kamu bersandar lelah pada pundakku lagi. Sungguh aku hanya ingin berada di dekatmu…
(2008)
Poetry | Comment (0)