Air Mata Bola

April 9th, 2007

Bukan maksud hamba menyaingi tulisan masyur Sindhunata tentang Air Mata Bola tapi yang satu ini bonusnya double-double - Indra

tiap hari selasa dan kamis kami tim sepakbola jurusan sastra indonesia berlatihan di lapangan parkir dekanat sastra. persiapan piala dekan. ya sekadar lari-lari kecil atau kucing-kucingan atau main futsal jika ada lawan tanding. kebetulan hari selasa kemarin (3 april) banyak yg ikut latihan. jadi kita bagi dua tim. dan main futsal antar sesama teman. lagi ashyiek-ashyieknya main bola… tiba-tiba… tak disangka tak dinyana… bagai halilintar disiang hari… atau biar lebih dramatis… bagai mimpi nincak tai haha kaki saya salah mendarat waktu ditendang adik kelas (sumpah gua kaga marah cuman ingin matiin puntung rokok d jidatnya aja) [gw ospek ala PKI lo taun depan].

akhirnya saya dibopong keluar lapangan. waktu keluar lapangan masih diketawain sbb biasanya s indramah suka bohongan. tapi pas dibuka kaos kaki eta naon ada telor di mata kaki saya. pertama liat kaya ada 4 mata kaki saya. tetep masih pada ketawa-ketawa sebab aneh melihatnya. tapi kata s bagus: “wah dra inimah kena engkelnya” waduh baru pertama kali gw kaya gini gus. “yaudah jangan dulu di urut dra. bengkak ginimah ada luka didalam.” oke gus gw juga takut daripada diurut gus. tapi gus apa ada obat daripada sakit engkel gus. “ada dra entar ketemu dikosan aja” oke gus kita ketemu daripada di kosan gus.

setiba dikosan ahmed gw dah merasa ada yg aneh pada kaki kanan yg satu ini. selain sakit juga dingin bgt sampe ga kerasa gw punya telapak kaki kanan. ane putuskan buru-buru pulang mumpung masih ba’al. motorpun diselah alfi sbb kaki kanan gw sakit bgt jk ditekankan. satu lg masalah ane kaga bisa nincak rem belakang dgn kaki kanan. hingga jalan motorpun pelan2. sampai dirumah jam8 malam.

sesampainya dirumah dgn wajah yg mesum dtambah melihat jalan saya yg ingkrud-ingkrudan ibu langsung menegor “kunaon eta?” datang lg bapa “labuh siah nya?” ya mungkin orang tua perhatian pada anaknya. saking perhatiannya bapa langsung manggil pa ustad yg suka ngurut. meski saya ogah-ogahan karena takut sakit dan jg inget pesan bagus “jangan dulu di urut dra. bengkak ginimah ada luka dalam” tetap saja babeh berangkat ngejemput pa ustad. meski hujan lebat meski malam dingin o kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa…

Pak ustad pun datang. tanpa basa basi beliau bilang “ini yang sakitnya ya?” sy ga bisa bohong “ia pa.” setali tiga uang pak ustad mulai beraksi “tolong bu ambilkan palu, kampak, bor dan obeng.” (waw) bohong-bohong bukan begitu. tapi “tolong bu ambilkan minyak, balsem dan air hangat.” (waduh).
saya masih berusaha meyakinkan diri dengan bertanya “pa ustad, apa harus dipijat?” dgn berharap hanya dapat pijatan di punggung yg cape ini. tp pa ustad menjawab “bukan dipijat yg ginimah harus di urut.” (waduh) sambil menggosokan minyak pada kedua telapak tangannya mungkin di kepalanya ia pun ingin balik nanya “ari ujang kuliah dimana? bodo-bodo teuing.” (sabar dra sabar).

beberapa jurus beliau terapkan pada saya. mulai dari mendorong telapak kaki saya (waaaw) sampai yang memutar-mutarkan pergelangan kaki saya (wuuuaaaaaw). pa ustad pun senyum “tuh kan sekarangmah dah bisa diputar-putar. alhamdulillah” terimakasih pa ustad. “sekarang tinggal pake beras-kencur bu.” kata pa ustad.

malam pun berlalu dengan cepat. tidur nyenyak setelah seharian cape dikerjai kerja (bohong ketang kan cuman sepakbola kerjaannya dari kemarin juga).

sayup-sayup terdengar adzan subuh berkumandang. subhanallah ibu saya sedang membersihkan beras kencur yang mengering di kaki dengan hati-hati. masyaAllah mungkin dari tadi. “udah mah da udah ga sakit lagi.” namun ibu menjawab dengan nada yang bergetar (ya Allah ga mau ane sedetikpun membuat ibu sedih) “indraaa kenapa jadi biru giniii.” (oow) mungkin aliran darahnya ada yg tersumbat. dan saya paling ga suka klo ada orang yg menyombongkan diri keturunan darah biru (contoh: Raden Yudi Permadani Arwana Paranormal, M.Hum) ga ngaruh coy. (oow) maaf jd ngelantur kalo gini maka dgn gaya Thukul Arwana kita kembali ke lap…  top.

sekarang kita ganti cara bertutur. sekarang dgn teknik reportase. terima kasih rosi (baca: rosiana silalahi). baik pemirsa dapat saya laporkan bahwa keadaan kaki saya pada saat itu dari atas mata kaki / sampai jari kaki berwarna biru keungu-unguan  / dan dapat saya lamporkan kembali bahwa tidak hanya terjadi fenomena perubahan warna namun juga terjadi pembengkakan yang luar biasa.// sebagai perbadingan, pada saat ini kaki kanan saya / segede kaki s vhimor / sedangkan kaki kiri saya ya segede kaki saya.// bayangkan betapa besar perbedaannya atau jika anda masih bingung perbadingannya lihat saja kaki kanan gajah dgn kaki kiri gorila.// tapi tetep diantara kaki gajah dan kaki gorila tetep masih gede kaki s vhimor. (huahaha)

intinya pagi itu menjadi panik. ditambah bapa yang baru bangun. karena ibu dan kakak-kakak berdiskusi dgn hebat. sebagian orang berpendapat bahwa itu normal “memang biasanya seperti itu klo dah d urut.” dan sebagaian berpendapat “itu bahaya.” maka dgn bijaksana bapa pun bertanya “wahai indra menurut anda sakit atau tidak, bahaya atau tidak?” indra menjawab emmm: “ga apa-apa ko da udah ga sakit.” tapi dengan nada tinggi bapa malah bersabda “JUSTRU GA SAKIT BERBAHAYA AYO KE RUMAHSAKIT.” (yah dimarahin mulu gw)

setelah sampai di rumahsakit setelah melewati antrian yang berbelit. sampailah saya pada poliklinik bagian ortopedi. sekali lagi saya dimarahi lagi kali ini oleh dokter karena ga buru2 ke dokter dan kenapa memijat luka dalam yg bisa berbahaya jika kena tekanan. kaki saya pun di ron gen 4 kali sbb dikhawatirkan ada tulang patah.

Kakiku050407_4

 

hasilnya alhamdulillah ga ada patah atau retak. dari hasil ron gen diketahui otot ligamen kaki kakan saya putus. saya harus melupakan diri untuk bisa memperkuat tim sepakbola sastra indonesia di piala dekan 16 april nanti. O air mata bola. saya tak berharap mendapat keajaiban sembuh secepat kilat tapi sungguh saya mau sembuh aja dulu. air mata bola hari-hari kemarin
memang bonusnya doiuble double. (april 2007)




4 Responses to “Air Mata Bola”

  1.   ai on June 18, 2007 6:18 am

    Patahlah tUlangMu biar Ga mAin mulU..HuhU

  2.   irmaN on June 24, 2007 7:12 pm

    Matilah kau.
    Hahaha. Ayo main bola lagi.

  3.   logika indra on July 18, 2007 7:32 pm

    bohong bohong
    ini fiksi
    maaf maaf

  4.   Freya Magnolia on June 3, 2008 12:25 am

    hahaa
    maen bola mlu si
    sampe melupakan kewajiban
    mungkin anda sedang diberi peringatan

Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind