Siapa bilang Piala Dunia hanya akan menjadi mimpi Indonesia saja: padahal mimpinya telah terwujud dulu

June 12th, 2006
Indonesia
Indonesia merupakan bagian dari sejarah Piala Dunia, dengan nama Hindia-Belanda di tahun 1938, Indonesia tercatat sebagai negara Asia pertama yang masuk ke putaran final Piala Dunia. Indonesia berpartisipasi dalam pentas sepakbola antar negara terbesar itu dengan nama Dutch East Indies (Hindia Belanda), di Piala Dunia Perancis, 1938.
Tim ini terdiri dari berbagai suku Indonesia maupun warga Tionghoa dan keturunan Belanda bergabung dalam tim Hindia-Belanda. Kendati bisa disebut berbau keberuntungan, karena Hindia Belanda tampil di Piala Dunia atas dasar penunjukan FIFA sebagai dampak Jepang yang urung tampil. Namun kehadiran Dutch East Indies tetap tercatat dalam sejarah sebagai negara Asia pertama yang tampil di Piala Dunia waw.
Namun sungguh sayang pada pertandingan perdananya tim Hindia Belanda sudah harus menghadapi tim favorit, Hungaria. Stade Velodrome Municipal di kota Reims, Perancis, 5 Juni 1938, menjadi saksi bagaimana tim Hindia Belanda dikandaskan 0–6 (0–4) oleh Hungaria. Achmad Nawir dkk. harus mengakui bahwa mereka kalah kelas dari Hungaria yang diperkuat bintang-bintang pada zamannya, seperti Gyorgy Sarosi dan Gyula Zsengeller. Gawang Hindia Belanda yang dijaga Mo Heng hancur berantakan tanpa bisa membalas. Bahkan Sarosi dan Zsengeller kemudian masuk daftar 3 besar pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 1938.
Tim Indonesia saat itu memang bukan yang terbaik. Pasalnya Organisasi PSSI yang
belum rapi pada saat itu (dan malah semakin semrawut pada saat ini) belum memungkinkan menukangi tim Indonesia menuju Piala Dunia. Sehingga pemerintahan Belanda melakukan sistem asal-asalan yang sepihak dalam hal perekrutan pemain. Sehingga pemain bagus sekelas Djawad, Jazid, Moestaam atau Maladi tak dilibatkan. Boleh jadi bila mereka tergabung dalam skuad Dutch East Indies bisa lain ceritanya. Hingga 1945 memang tercatat masih ada dua badan yang mengendalikan sepakbola Indonesia yakni PSSI dan Nederland Indische Voetbaal Unie (NIVU). Baru pada tahun 1949 menetapkan PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia).
Kendati demikian prestasi tim Hindia Belanda yg diasuh Johannes van Mastenbroek itu tetap patut diberi acungan jempol, karena tim sekelas Swedia-pun dibantai Hungaria di babak semifinal dengan skor telak 0–5. Dan Hungaria-lah yang kemudian tampil sebagai runner up di kejuaran tahun 1938 tersebut, setelah Hungaria menyerah 2–4 pada Italia di babak final.
Berikut ini data skuad tim Hindia Belanda (Dutch East Indies) pada Piala Dunia Perancis pada 1938 :
Tan Mo Heng (GK), Anwar Sutan, Tan Hong Djien, Frans Hu Kon, Frans Meeng, Tjaak Pattiwael, Jack Samuels, Suvarte Soedarmadji, Achmad Nawir, Henk Zomers, Hans Taihuttu
Cadangan:
J Harting (GK), Bing Mo Heng, G Van Den Burg, G Faulhaber, R Telwe, Tan Se Han, Dorst, Teilherber
Pelatih : Johannes Van Mastenbroek.
Kiologo
Let’s Kick Racism Out of Football adalah salah satu program FA (Lembaga tertinggi sepak bola Inggris -PSSI di Indonesia) untuk menyehatkan olahraga ini dari anggapan ras aria (Eropa) mereka sebagai yg termulia
Sdjarahnja Phiala Dhunia
Piala Dunia bukanlah kejuaraan sepak bola internasional pertama. Pada tahun 1909 di Torino diselenggarakan sebuah turnamen sepak bola memperebutkan Piala Sir Thomas Lipton. Italia, Jerman, dan Swiss menjadi pesertanya. Ide melahirkan kejuaraan sepak bola dunia tercetus pada 1904 di Perancis. Sepertinya Perancis banyak melahirkan para pemikir handal dan seperti kita ketahui Perancispun sebagai tonggak pembuka masa kegelapan Eropa dengan renaissance-nya. Maka pada tahun 1928, Jules Rimet -juga orang Perancis- dan rekannya Henri Delaunay memutuskan untuk melaksanakan sebuah kejuaraan bernama World Cup yang akan berlangsung setiap empat tahun.
Pada tahun 1929, Uruguay mendapatkan dukungan dari 23 peserta untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia pertama. Menyingkirkan ambisi Hungaria, Italia, Belanda, Spanyol, dan Swedia. Piala kejuaraan ini dikenal dengan Piala Jules Rimet yang buat oleh perupa Perancis, Abel La Fleur -lagi-lagi orang Perancis, berbentuk oktagonal berlambangkan bumi dipegang oleh Dewa Kemenangan Nike (mitologi Yunani). Piala ini dibuat dari emas dengan bobot 3.8 kg. Maka Piala Dunia FIFA yang pertama pun diadakan di Uruguay pada tahun 1930. Di final Uruguay mengalahkan Argentina 4-2 di depan 93.000 penonton di Montevideo untuk menjadi Uruguay negara pertama juara piala dunia.
Jules_rimet_2
        Jules Rimet
Selama Perang Dunia II kejuaraan ini terhenti selama selama 12 tahun, dimulai kembali tahun 1950 di Brasil. Memang politik sangat mewarnai perhelatan akbar ini, dan akhirnya perang sempat memutus kejuaraan ini. Sebab itu FIFA saat ini berusaha mempromosikan sepak bola sebagai olahraga perdamaian, tidak ada diskriminasi, pembedaan ras, agama, politik dsb. dengan semboyannya Fair Play dan Football Agains Discriminations. Namun dibalik gegap-gempita piala dunia sejarah juga mencatat hal-hal konyol seputar piala dunia seperti kejadian Piala Jules Rimet dicuri sewaktu dipamerkan di London, saat menjelang Piala Dunia 1966 di Inggris. Dan berhasil ditemukan 7 hari kemudian oleh seekor anjing bernama Pickles disebuah taman. Haha mengingatkan kita pada film-film semacam James Bond, mungkin memang benar di Inggris itu mencuri adalah pekerjaan yang profesional, berskil tinggi, dan memiliki seni tersendiri haha. Pada 1970, FIFA memutuskan Brasil untuk menyimpan Piala Jules Rimet karena menjadi negara pertama yang menjuarai piala dunia sebanyak 3 kali (1958, 1962 dan 1970). Badan induk FIFA kemudiannya membuat piala dunia baru dengan menggunakan emas 18 karat berbobot 4.97 kg dirancang oleh perupa Italia, Silvio Gazzaniaga yang digunakan sehingga sekarang. FIFA menetapkan hanya replika piala yang dilapis emas saja yang akan diberikan untuk disimpan oleh pemenang.
Piala yang saat ini akan "dipensiunkan" jika plak namanya telah penuh diisikan dengan nama-nama negara pemenang, yang akan terjadi pada tahun 2038. Brasil adalah tim yang paling sukses dalam Piala Dunia secara keseluruhan setelah lima kali menjadi juara dan dua kali berada di posisi kedua. Brasil dengan kultur sepak bola yang kuat seakan telah menjadi kiblat sepak bola dunia. Tarian Samba yang lincah seakan mewarnai permainan Brasil. Jerman, tiga kali menjadi juara dan empat kali menjadi juara kedua, adalah tim yang kedua tersukses. Jerman dikenal dengan sepak bola disiplinnya yang ketat dan rapi, juga dikanal sebagai tim panser dengan mesin dieselnya yang lama panas, dan performa yang memuncak diakhir-akhir pertandingan. Namun jika kita lihat pertandingan pembuka World Cup Jerman 2006 Jerman lawan Kosta Rika sepertinya kita tidak melihat lagi Jerman sebagai tim yang telat panas, tetapi sebuah tim yang langsung menggebrak diawal sampai akhir pertandingan, kita lihat saja sampai dimana pencapaiannya yang tentunya memiliki motifasi kuat sebagai tuan rumah. Sementara Italia juga telah tiga kali juara dan dua kali di posisi kedua. Argentina dan uruguay masing-masing dua kali menjadi Juara Dunia meski kemenangan Uruguay terjadi pada masa yang sudah lama, pada awal-awal tahun kejuaraan.
sumber: FIFA-WIKIPEDIA-FA



Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind