Scripta Mannen Verba Volant
Tidak sengaja tulisan ini saya baca ketika melihat beberapa tumpukan file tugas mahasiswa S2 sastra kontemporer tentang pokok dan tokoh sastra Indonesia. Tepatnya pada tugas milik Pak Nurholis mahasiswa Pascasarjana Sastra Kontemporer, Univ. Padjadjaran 2008, pada mata kuliah Pokok dan Tokoh Sastra Indonesia. Dan betapa senangnya ketika apa yang kita kerjakaan dikutip oleh orang lain. Senang sekali saya membacanya sampai berkali-kali (Haha.. ko bisa ya), berikut kutipan tugasnya:
…
Hal menarik apabila kita menelisik konvensi-konvensi sastra yang dipaparkan oleh Indra Sarathan (2007) dalam skripsinya Heboh Sastra 1968… Diungkapkan bahwa: pada situasi pasca-Orde Lama awal Orde Baru dn menempatkan cerpen LMM di dalamnya. Tahun 1968 adalah dua tahun setelah keruntuhan Orde Lama dan baru sekitar dua tahun Orde Baru berdiri… masyarakat sedang menatap hari yang lebih cerah… dengan semangat menuju Indonesia yang lebih baik… yang melahirkan tema-tema sastra keagamaan…
Lebih lanjut diungkapkan bahwa; di dalam laporan rapat juri hadiah sastra Horison ditambahkan catatan bahwa diharapkan Danarto… dapat menggarap daerah-daerah baru cerita pendek (lht. Horison, April 1969)… maka, tidak mengherankan jika terdapat kecenderungan tidak tertulis (konvensi) pada 1968… karya-karya sastra yang menggarap tema-tema religius keagamaan.
(Nurholis, “Kontroversi Cerpen LMM Karya Kipadjikusmin.” tugas: Pokok dan Tokoh Sastra Indonesia, 2009. pada hlm. 5 dari 6 halaman)
Wah, senangnya ada yang mengutip. Taksia-sialah apa yang saya kerjakan. Saya menjadi teringat nasihat Pak Nana dulu sebelum kami semua menulis skripsi bahwa apa yang kita tulis akan mengabadi (menjadi artefak untuk adik-adik kelas kita nanti). Dan hari ini saya baru memahaminya: scripta mannen verba volant ‘yang tertulis akan tetap mengabadi dan yang terucap hanya akan berlalu bersama angin.’
Uncategorized | Comment (0)Ibu Kota
Selamat pagi ibu kota,
pagi-pagi begini ibu sudah sibuk sekali ya..
(Jakarta, 9 Januari 2009, 06:34)
Poetry | Comment (0)Backpacking ‘Nguriling Kukulintingan’
Hallo warga Jatinangor. Kali ini saya khususkan tulisan ini buat kalian yang sedang rada-rada suntuk berkutat di Jatinangor. Jika kalian mulai penat dengan skripsi atau tugas kuliah yang semakin menumpuk. Saya anjurkan luangkanlah waktu untuk sedikit refreshing. Maka, segeralah ambil beberapa buku, baju, handuk, sikat gigi, dan peralatan mandi (jika diperlukan). Kali ini kita akan menuju Pangandaran: sebuah pantai yang sungguh sangat disayangkan jika terlewatkan.
Maka, naiklah Angkot 04 menuju pintu tol Cileunyi. Turunlah sebelum pintu tol (bayar Rp1.500). Namun, biasanya angkot berhenti di pangkalan bus menuju arah Jakarta. Maka, menyebranglah kalian ke jalan arah bus menuju Tasik, Garut, Ciamis, dsb. Di pinggir jalan itu sebenarnya kalian sudah bisa menunggu bus ke arah Pangandaran, tapi saya anjurkan lebih baik kalian naik lagi angkot warna hijau (arah Cicalengka) menuju pool bus Budiman di Cipacing (bilang saja minta turun di pool bus Budiman, bayar Rp1.500). Di sana, kalian tinggal menunggu bus Budiman yang menuju arah Pangandaran yang datang setiap selang 30 menit.
Maaf saya hanya menganjurkan bus Budiman kerena dua kali saya melakukan perjalanan ke Pangandaran selalu mendapat kenyamanan bus yang memadai: nyaman, aman, dan tertib (bayar Patas AC Rp35.000/ Ekonomi Rp32.000). Pilihlah tempat duduk di pinggir kaca dan nikmatilah pemandangan sepanjang jalan. Sebab, perjalanan Anda akan panjang (5 jam) menuruni Nagrek yang curam, istirahat di Rajapolah, melewati Kab. Ciamis, Banjar, maka sampailah Anda di Pangandaran. Bus akan berhenti tepat di terminal pantai Pangadaran.
Jika masih bertenaga sebenarnya kalian sangat bisa menempuh jalan ke pantai Barat dengan berjalan kaki. Tetapi, meski hanya duduk di bus biasanya melakukan perjalanan panjang itu sedikit melelahkan. Maka, kalian bisa menawar becak menuju pantai Rp5.000. Mintalah diantar ke pantai Barat (terdekat), dengarkanlah deburan ombak yang semakin dasyat, hiruplah udara pantai yang sejuk, rasakanlah sapaan angin pantai dari becak yang berjalan pelan, dan saya ucapkan selamat datang di Pangandaran.
Mata Anda akan disuguhi pemandangan air pantai yang biru, perahu-perahu nelayan, dan hamparan samudra Hindia sejauh mata memandang dari pantai Selatan. Nikmatilah waktu Anda sebaik mungkin: kalian bisa berenang, menikmati pemandangan, menyusuri pantai (nikmatilah waktu sebaik mungkin). Dengarkanlah adzan dan temukanlah mesjid, Anda dapat memanfaatkan fasilitas air bersih secukupnya (membilas air laut yang asin, dsb.) dan sebenarnya Anda masih bisa menikmati pemandangan pantai Timur atau Cagar Alam. Dan saya informasikan bahwa bus terakhir menuju Bandung (dari terminal Pangandaran) adalah jam 9 malam.
Namun saya anjurkan untuk mengejar bus arah Bandung maksimal jam 4 sore. Sebab, dengan 5 jam perjalanan Anda akan sampai di Cileunyi sekitar jam 9 malam (kecuali Anda menginap di Pangandaran).
Jadi, tunggu apa lagi segera ambil tas, buku secukupnya, baju, handuk, dan peralatan mandi (jika diperlukan) lalu biarkanlah tasmu selalu menempel di punggungmu. Let’s go!
Alokasi dana dan waktu perjalanan:Berangkat jam 6 pagi: Angkot Coklat 04 (Rp1.500)
Angkot Hijau Cicalengka (Rp1.500)
Bus Budiman (Rp35.000)
Makan di Rajapolah (Rp8.000)
Sampai di Pangandaran jam 11 siang:
Becak menuju pantai (harga tawar Rp5.000)
Sholat dzuhur (mencari mesjid terdekat)
Kembali ke pantai: berenang
Menyusuri pantai (Barat dan Timur)
Sholat ashar (membilas badan)
Menuju terminal.
Makan soto ayam di depan terminal (Rp10.000 enak sekali)
Berangkat dari Pangandaran jam 4 sore:
Bus Budiman (Rp32.000)
Sampai di Cileunyi jam 9 malam
Tiba di kosan jam 9.15 (selamat mencoba!)
Total biaya: Rp88.000,00 (hanya dengan biaya sedikit Anda sudah akan membawa banyak oleh-oleh foto pemandangan yang menarik dan tentu saja dengan cerita yang menarik kepada teman-teman Anda). [Sarathan, 5-6 Maret 2009]
Travel | Comments (3)Si Molen
Dirk van Demolen
“Malam gelap dan berangin…”
Alexandre Dumas, The Tree Musketeers
Rotterdam, 8 December 1613, Holland. Malam gelap yang berangin kencang perlahan pudar. Diganti fajar yang tenang, namun dingin masih mencekam. Di kota pelabuhan itu Dirk van Demolen dan kekasihnya Anna Marie harus bergegas keluar rumah. Mereka tetap bergandengan tangan menuju galangan kapal. Sebab Dirk sudah bertekad untuk ikut berlayar.
Ini mungkin perjumpaan terakhir bagi pasangan muda itu, sehingga Dirk tetap memegang erat tangan kekasihnya sepanjang jalan. Dirk akan ikut berlayar menuju penghidupan baru. Dan Anna sedah berjanji akan tetap setia menunggu. Pelayaran menuju sumber rempah dan perjalanan pulang ke negeri sendiri akan memakan waktu sedikitnya 8 (delapan) tahun. Menggunakan kapal besar, menyusuri pantai Afrika dan India.
Cahaya matahari pagi mulai menyinari tiang layar kapal Spuurs Sea Horses. Namun, belum terlihat tangga menuju dek diturunkan. Sehingga, Dirk dan Anna memutuskan untuk berada tidak terlalu dekat dengan kapal. Mereka memilih bagian dermaga yang sedikit lengang.
Hanya ada tukang pai yang baru keluar dan seorang pawang pertunjukan monyet yang sedang sarapan sepotong pai–karena, ia membagi kuenya dengan monyet. Karena lapar, Anne dan Dirk pun memutuskan untuk membeli dua potong pai yang masih segar dan hangat. Di tengah-tengah sarapan pai mulailah mereka membicarakan masa depan hubungannya. Pembicaraan dua sejoli yang sedang memadu kasih di dermaga sepi.
Dirk: “Oh, Anna jangan pernah melupakanku?”
Anna: “Tentu saja Dirk, karena engkaulah cinta sejatiku.”
Dirk: “Terima kasih Anna, aku akan berlayar setulus hati. Menuju penghidupan yang lebih baik, menabung untuk rencana pernikahan kita.”
Anna: “Jangan terlalu lama engkau di perantauan, Dirk. Aku akan setia menunggu.”
Dirk: “Cintaku tidak akan pudar, akan selalu sehangat pai yang lembut ini Anna.” (Ya, fitrah manusia akan selalu mencari persamaan-persamaan untuk menunjukan perasaannya. Dan tentu saja yang mudah ia pahami yaitu sesuatu yang dekat dengannya. Sebagaimana Drik mengibaratkan cintanya dengan kue pai yang lembut dan hangat).
Anna: “Terima kasih Dirk. Aku akan setia menunggumu.”
Anna memeluk Dirk, dan kemudian kedua-duanya mulai berdekapan.
Anna: “Dan cintaku akan tetap setia, Dirk.” Dan tentu saja Anna segera juga mencari perumpamaan yang bagus untuk meyakinkan kekasihnya itu. Maka: “Dan cintaku akan tetap setia, Dirk. Seperti monyet pertunjukan yang selalu mengikuti majikannya.” Karena tentu saja yang Anna lihat tinggal monyet yang setia bersama majikannya.
Dirk: “Dan setiap kali aku memakan pai, aku akan selalu mengingatmu Anna Marie.”
Anna: “Oh sungguh romantis Dirk. Dan setiap kali aku melihat monyet aku akan mengingatmu, Dirk sayangku!” (Oow!)
“Oh, konyol sekali.” Bisik tukang pai sambil mendorong rodanya kepada pawang pertunjukan monyet. “Haha… memang kalian para pelaut Netherland bodoh!” Pawang monyet memaki sambil pergi “benar-benar tolol!” Namun, dua sejoli itu tetap saja berpelukan erat sepanjang pagi. [8/12/08]
Books | Comment (0)Percumalah Reunian
Akhirnya senyum dan tawa hanya sekadar permukaan. Di dalamnya masih tersimpan harapan-harapan yang memudar. Percumalah reunian.
Poetry | Comment (0)Menembus Blacklist Kaspersky 7
This patch makes all the blocked kaspersky licenses to working, from blacklist to whitelist, and it also protects them from blacklisting again. The “black.lst” file that is updated from kaspersky update will not be a problem anymore.
How to install:
1. Before applying the patch go to kaspersky-Settings-Service and dissable Self-Defence option
2. Delete Any current key you install in kaspersky
3. Exit kaspersky by right click in the taskbar menu
4. copy patch in to kapsersky lab folder C:\Program Files\Kaspersky Lab
5. Press Clean Button
6. Then click to Patch Kaspersky Internet security or Kaspersky Antivirus (depends on what is the version you installed in your computer KIS or KAV)
7. Then exit the patch and open kaspersky enable self-defense option and apply a new key from here.
Thats all. It’s doesn’t matter that key is blacklist or white list… Enjoy!
Web/Tech | Comment (0)Cita-citaku Ingin Menjadi Guru
Kamis, 17 Juli 2008 , 11:54:25 wib
Video Mesum Pak Guru
Indra
BANYUWANGI - "Saya ini seorang guru, mana mungkin berbuat asusila. Tidak pantaslah perbuatan itu dilakukan seorang guru," demikianlah kilah Vhimor Daini, bukan nama sebenarnya, ketika ditanya mengenai video mesumnya.
Rekaman video mesum itu beredar luas di Banyuwangi. Rekaman itu menghebohkan sekaligus meresahkan masyarakat karena ‘aktor’ dan ‘aktris’-nya adalah guru dan siswinya. Polisi pun segera menyelidiki dan menetapkan pelaku video itu sebagai tersangka, Rabu (16/7).
Wakakakpolres Banyuwangi Ngompol Billy Triantoro ketika dikonfirmasi mengakui hal tersebut. Menurutnya, tersangka kasus ini adalah guru bernama Vhimor yang sehari-hari mengajar Akuntansi di SMA negeri di Banyuwangi.
Video itu diduga direkam dengan handycam, bukan ponsel, karena
kualitas gambarnya jernih. Diduga, adegan itu direkam sendiri karena terekam pelaku meletakkan
handycam di sebuah meja sebelum mereka berhubungan badan. Mungkin, mereka sadar akan pentingnya dokumentasi. Huahahaha.
Korban mengaku telah dicabuli A Empim, sapaan akrab Vhimor, sejak kelas II SMA, di sekolah tempat Vhimor mengajar. "Kalau tidak melayani, ia mengancam akan memberi nilai jelek." Polisi pun menemukan banyak klip video dan gambar porno di telepon seluler Vhimor. "Tersangka dijerat dengan UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak," Wakakakpolres Ngompol Billy Triantoro menegaskan.
Selain dijerat dengan UU perlindungan anak, Vhimor akan dikenai sanksi berupa pembebasan jam mengajar karena dia diduga melanggar UU No 30/80 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). [Digubah dari Tribun]
Fiction | Comment (0)Bersemangatlah
Jika malam teramat pekat, pertanda fajar akan segera datang.
Bersemangatlah!
Dari Febrima Chairin (2008)
Poetry | Comment (0)Rammstein
LOS ANGELES - Etateh es atau garam? That’s the question bedeviling scientists in the three weeks since the Phoenix lander began digging into Mars’ north pole region to study whether the arctic could be habitable.
“Kami pikir itu adalah es. Namun, sampai detik benda itu menghilang … kami belum bisa memastikannya.” ujar Ray Arvidson, Peneliti di Washington
University in St. Louis, Senin (16/6).
Materi putih itu terlihat secara tidak sengaja ketika kaki robot menginjak bagian Mars yang agak lunak. Kira-kira, pada kedalaman 3 inci maretial putih itu terlihat oleh kamera robot ekspedisi Mars, Phoenix.
Apabila material itu bukan es, para peneliti mensinyalir material putih itu sebagai garam. Sebab, garam sering terlihat pada daratan yang pernah didiami air.
Diterjemahkan ala kadarnya oleh: Indra | Sumber: AP, Yahoo, Space.
Dominasi
Tetapi pemirsa, coba bayangkan (peureum heula), betapa canggihnya sistem informasi di Amerika sana. Berita ini pertama kali diumumkan kepada publik Senin (16/6). Tetapi, jika Anda mencermati kalimatnya maka sudah 3 minggu lebih dulu para peneliti Amerika mengetahuinya.
Amerika memang hebat, saking hebatnya, seakan dunia dikangkangi oleh Amerika. Seperti yang didendangkan oleh Rammstein dalam klipnya yang berjudul Amerika. Sungguh menggelikan.
We’re all living in Amerika
Amerika ist wunderbar (sungguh mengagumkan)
…
We’re all living in Amerika
Coca-colla sometimes war
(Rammstein - Amerika)
Bunga dan Asep Durjana
Keceriaan Bunga bukan Citra Lestari (8), dan bukan nama sebenarnya, terenggut sudah. Pelajar kelas dua SD Sindangsari, Kecamatan Sukasari ini diperkosa anak SMP yang masih terbilang tetangganya. Korban dipaksa dan diancam akan dipukul sebelum pelaku memaksa mencabuli.
Karena takut atas ancaman pelaku, korban bungkam. Namun, kasus perkosaan itu terungkap karena dari kelamin Bunga terus mengeluarkan darah. Kasus asusila yang melibatkan anak usia sekolah ini dilimpahkan Polsek Tanjungsari ke Polres Sumedang.
"Kami melimpahkan perkara ini ke Polres Sumedang." kata Kapolsek Tanjungsari AKP Angga Siaga, Senin (16/6).
"Polisi baru meminta keterangan dari korban dan orangtuanya," kata Kasatreskrim AKP Indra Cerdik.
Korban dibawa masuk ke ruang pelayanan perempuan dan anak. Kasus ini terjadi Selasa (11/6) di Desa Sindangsari yang berada di kaki Gunung Manglayang, tidak seberapa jauh dari kawasan pendidikan Jatinangor. Jadi, apa sebenarnya fungsi kawasan pendidikan itu? Memberi contoh perilaku buruk?
Aksi cabul dilakukan di dalam kamar pada pukul 15.00. Pelaku, sebut saja Asep Durjana (13), memaksa korban dan langsung mencabulinya. "Pelaku sempat mengancam sehingga korban bungkam dan tak melaporkan peristiwa pencabulan itu ke orangtuanya," kata Kapolsek Rudianto Sirait.
Orangtuanya sempat curiga ketika melihat di celana dalam korban ada bercak darah. Setelah ditelisik, ternyata, korban mengaku ia dicabuli Durjana.
Fiction | Comment (0)